DAPUR TERBAKAR! DAMKAR PURWOREJO GERCEP LOKALISIR API AGAR TAK MELUAS
DAPUR TERBAKAR! DAMKAR PURWOREJO GERCEP LOKALISIR API AGAR TAK MELUAS

By Administrator 26 Agu 2026, 11:46:21 WIB Kegiatan
DAPUR TERBAKAR! DAMKAR PURWOREJO GERCEP LOKALISIR API AGAR TAK MELUAS

PURWOREJO — Musibah kebakaran terjadi di sebuah rumah warga di Regonayan RT 003/RW 003, Desa Cangkreplor, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Selasa (25/8/2026) sore. Kebakaran yang bermula dari area dapur tersebut sempat membuat api merembet ke ruang utama rumah.


Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, ketika pemilik rumah, Bapak Kris, sedang memasak menggunakan tungku kayu. Setelah meninggalkan tungku untuk pergi ke mushola, situasi berubah menjadi kepanikan ketika pemilik kembali dan mendapati bagian dapur rumahnya telah terbakar.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sembari meminta bantuan Damkar Kabupaten Purworejo.


Laporan diterima petugas Damkar pada pukul 15.46 WIB. Tanpa menunggu lama, Regu A Mako Induk bergerak pada pukul 15.48 WIB dan tiba di lokasi hanya dalam waktu sekitar 10 menit, yakni pukul 15.58 WIB.

Sebanyak 4 personel Damkar langsung melakukan operasi pemadaman secara intensif. Petugas segera melokalisir titik api untuk mencegah kobaran menjalar lebih luas, sekaligus memastikan bagian bangunan yang telah terdampak dapat ditangani dengan aman.


Api diketahui telah membakar bagian dapur dan sempat merembet menuju ruang utama. Berkat respons cepat petugas Damkar bersama bantuan warga sekitar, kobaran api berhasil dikendalikan.

Setelah api padam, petugas melanjutkan dengan proses pendinginan dan pengecekan guna memastikan tidak terdapat bara api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan.


Penanganan dinyatakan selesai pada pukul 17.06 WIB. Petugas kemudian memastikan kondisi lokasi aman sebelum kembali ke Mako Satpol PP Damkar Kabupaten Purworejo.

Kebakaran ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tidak meninggalkan tungku atau sumber api dalam kondisi menyala, meskipun hanya untuk waktu singkat.


Terlebih penggunaan tungku berbahan bakar kayu membutuhkan perhatian ekstra karena bara yang masih menyala dapat menjadi sumber penyulut kebakaran apabila berada dekat dengan material yang mudah terbakar.

Dalam kejadian ini, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Sementara kerugian material diperkirakan mencapai ±Rp2 juta.